KETIKA MORAL ADALAH TANDA SEORANG PECUNDANG

11.23

Ketika moral manusia telahdisia-siakan…………………………………………………………………….
Inilah tanda, bahwa kehancuran akan datang………………………………………………………………….
Search moral………”Error. Nothing found”
Moral????????
Apaitu moral?????
Kemanakah aku bertanya tentang moral??????
*Cari orang yang mengerti moral.
“Duh, masjidnya kosong lagi. Ini masjid apa kuburan? Sepi banget.”
*Cari di Google

Moral adalah sebuah topik hangat yang sering dibicarakan oleh orang-orang di zaman sekarang. Hal ini dikarenakan tak sedikit remaja di dunia, terutama di Indonesia, yang sepertinya lupa dengan makna dan pentingnya moral itu sendiri. Terdapat banyak definisi terkait apa itu moral. Salah satunya adalah pengertian moral menurut Shaffer (1979) yang mengatakan bahwa moral sebagai kaidah norma dan pranata yang mampu mengatur perilaku individu dalam menjalani suatu hubungan dengan masyarakat.
Ketika berbicara tentang moral, entah mengapa rasanya miris sekali. Sejujurnya, banyak sekali kejadian di sekitar kita yang membuktikan bahwa moral bukanlah harga mahal sekarang. Entah, apa memang masih ada yang namanya moral di zaman sekarang?
Salah satu contoh tanda merosotnya moral adalah istilah pacaran. Jelas-jelas pacaran adalah hal yang dilarang namun ada saja alasan untuk mengelaknya. Misalnya dengan istilah pacaran Islami. Orang yang berkata seperti ini perlu melihat Q.S Al-Isra’ (17):31 yang berbunyi “Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan seburuk-buruknya jalan.”

“Hari gini nggak pacaran? Ke laut aja lho.”
“Masih mending kelaut. Lho, yang pacaran nyemplung aja noh di Samudera Pasifik? Ada tuh hiu yang cakep.”

Lucu, ketika melihat hal-hal yang sudah jelas dilarang namun tetap dibela dengan alasan yang menurut mereka logis. Penolakan-penolakan akan fakta tersebut yang sudah jelas-jelas tercantum dalam Al-quran menandakan betapa rendahnya moral manusia di zamans ekarang. Mungkin ini adalah tanda-tanda akankiamat.

Kiamat?Gua belum nikah nih.Jangan nakut-nakutin gua dah.”

Lantas, bagaimana keberlanjutan bangsa ini jika generasi penerusnya seperti ini?
Ok, yukbreakdown penyebabnya satu per satu ya agar solusinya mudah ditemukan.
Apa sih penyebab moral pemuda-pemudi jadi seperti ini?
Satu….
Kurangnya dasar pengetahuan agama. Banyak orang tua di zaman sekarang yang mengajarianak-anakmereka berhitung dan berbicara bahasa asing di usia anaknya yang masih muda. Sayangnya, mereka melupakan satu aspek yang sangat penting, yaitu pengetahuan agama. Jarang bukan melihat orang tua yang mengajari anak mereka mengajiataumenghafal Al-quran di usia yang masihmuda? Mereka lebih bangga jika mempunyai anak yang super cerdas dalam berhitung dan menguasai banyak bahasa daripada mempunyai anak yang mampu menghafal Al-quran (Hafidz) yang jelas-jelas adalah ladang barokah bagi mereka?

Ih, emang gua bisa bicara sama bule pake Bahasa Arab?”
“Ya kalau bule nyadari Arab, ya pake Bahasa Arab. Masak pake Bahasa Korea.”

Dua……
Teknologi. Teknologi adalah aspek penting dalam perkembangan dunia. Iya, hal itu benar jika manusia bisa memanfaatkannya dengan baik. Jika tidak, ya hasilnya adalah boy/girlband Korea, drama korea, film barat tak layak tonton, dan lain-lain yang pasti Anda tahu sendiri.

Ya kan gua suka sama SJ? Mereka cakep-cakep.”
“Makan tuh cakep. Enak? Rasa apa cakepnya?”

Tiga…..
Penasaran.Manusia adalah makhluk yang dipenuhi rasa ingin tahu alias penasaran. Saking penasarannya, hal-hal yang tak lazim pun dicoba. Sampai-sampai mereka terjurumus dalam rasa penasaran mereka sendiri yang akhirnya menjadikebiasaan.

Gua awalnya cuma pengen tahu gimana sih penasaran. Eh kok keterusan.”
Bye.

Lantas, bagaimana cara meningkatkan moral pemuda-pemudi Indonesia? *Mikir keras.
Hanya satu jawabannya, “Allah SWT.”
Kenali Allah. Dijamin, pasti Anda akan jatuh cinta pada-Nya. Tak peduli bagaimana orang tua mendidik Anda di masa kecil atau semakin berkembangnya teknologi atau seberapa penasaran Anda dengan hal-hal tabu, jika Anda mencintai Allah, semua rasa itu akan musnah.

Yang bener. Sok alim, Lho.”
Nggak percaya Mas Bro?”
“Cara yang lebih konkret dong? Bagaimana cara mengenal dan mencintai Allah?”
Penasaran, LhoSama gua juga. Ok, ok, gua serius sekarang. Cumasatu kata kok.TAUBAT. Banyak-banyak ikut kajian, baca Al-quran. Jangan baca fan fiction aja, Lho. Oh iya, yang paling penting itu Lho berteman sama orang-orang alim. In Shaa Allah, Lho jadi alim juga. Bukannya jika temen Lho pake parfum, Lho juga yang kenabaunya, Kan?”

Percayalah, jika moral pemuda-pemudi bangsa baik, tak perlu lagi ada kecemasan tentang bagaimanakah nasib bangsa ini di masa depan.
Percayalah, jika moral pemuda-pemudi bangsa baik, mereka akan sibuk berprestasi dari pada nongkrong-nongkrong tidakjelas.
Percayalah, jika moral pemuda-pemudi bangsa baik, mereka tak akan takut menghadapi persaingan gl   obal karena mereka mempunyai modal kuat yaitu MORAL BERKUALITAS.
Percayalah jika moral adalah tanda seorang pecundang, maka bersiap-siaplah menghadapi hari akhir yang PASTI tiba. “Dan sangkakala pun ditiup, maka matilah semua (makhluk) yang di langit dan di bumi kecuali mereka yg dikehendaki Allah. Kemudian ditiup sekali lagi (sangkakala itu) maka seketika itu mereka bangun (dari kuburnya) menunggu (keputusan Allah). ”QS. Az-Zumarayat 6 : 8.

Ih hidup kayak gitu bosen banget. Belajar terus, ngaji terus. Terus kapan seneng-senengnya?”
“Seneng-seneng di neraka aja, Lho.”
“Kagak asyik, Lho. Miras masih enak kok, pacaran masih nikmat kok. Lho gak mau seneng-seneng gara-gara takut neraka? Kita kan masih muda, Bro. Bro, gua kasih tau ya kalau Lho nggak mau seneng-seneng, cemen Lho.”
“?????????????????”
“Pecundang, Lho. Hari gini masih takut sama agama. Makan tuh ketakutan, Lho sendiri. Hidup Cuma sekali, Bro. Lho nikmatin atau nyesel seumur hidup.”
“Lho bener, Bro. Gua emang pecundang.Gua pecundang dunia, Bro. Lho bener gua bakalan nyesel.Tapi bukan karena nggak seneng-seneng, tapi karena malu sama Allah gara-gara moral gua masih kayak gini. Sekarang gua tanya, Lho maujadi pecundang demi akhir atau pemberani demi dunia, Bro?”


You Might Also Like

0 komentar